Komposisi seri yang ditawarkan pada lelang hari ini tidak banyak berubah dibandingkan dua pekan lalu. Pemerintah kembali menawarkan kombinasi SPN-S jangka pendek dan PBS hingga tenor sangat panjang, dengan tambahan seri PBS005 yang jatuh tempo pada 2043.
Dengan struktur ini, pola permintaan menjadi cenderung terbelah, bisa jadi semakin kuat di ujung tenor pendek dan panjang, namun lemah pada permintaan tenor pendek.
Sebagai catatan, pada lelang 21 April, permintaan pada tenor menengah juga melemah. Seperti seri PBS040, yang jatuh tempo di tahun 2030 (4 tahun), menunjukkan permintaan yang lebih lemah dengan bid-to-cover ratio 1,28 kali. Hal ini mengindikasikan kehati-hatian investor terhadap risiko durasi menengah.
Dari sisi harga, hasil lelang sebelumnya mengantongi yield atau imbal hasil rata-rata tertimbang untuk SPN-S berada di kisaran 4,87% hingga 5,46%, sementara PBS bergerak di rentang 5,9% hingga 6,75%.
Dengan tekanan eksternal yang masih tinggi, khususnya datang dari penguatan dolar AS, maka ruang penurunan yield tampaknya cenderung terbatas.
Bahkan, untuk tenor menengah, yield berpotensi naik tipis untuk menarik minat investor yang sebelumnya menahan diri.
Dalam konteks tersebut, lelang hari ini kemungkinan akan mencerminkan kondisi pasar yang masih selektif. Permintaan terhadap seri-seri pendek diperkirakan tetap solid, dengan dorongan kebutuhan likuiditas jangka pendek.
Sementara itu, seri tenor panjang juga masih berpotensi menarik minat investor, apalagi kalau imbal hasil yang ditawarkan tetap kompetitif di atas 6,5%.
(dsp/aji)






























