Logo Bloomberg Technoz

Trump sebelumnya menyatakan bahwa AS memulai upaya yang dijuluki “Operation Freedom" pada Senin. Operasi ini melibatkan dukungan militer, termasuk kapal perusak berpeluru kendali, pesawat tempur, dan drone, untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Teluk Persia melewati selat tersebut.

‘Kendali Penuh’

“Kami mengharapkan mitra internasional kami untuk ikut terlibat dalam hal yang sama,” kata Bessent. Ia juga menegaskan bahwa “kami menyatakan bahwa Iran tidak memegang kendali atas selat itu. Kami memiliki kendali mutlak atas Selat Hormuz.”

Bessent memaparkan bahwa saat ini dunia mengalami defisit pasokan minyak global akibat konflik sebesar 8 hingga 10 juta barel per hari. Menurutnya, setiap kapal pengangkut minyak mentah yang melewati Selat Hormuz membawa sekitar 2 juta barel. Jika empat hingga lima kapal bisa keluar setiap hari, hal itu dianggap cukup untuk mengatasi defisit tersebut. Ia menambahkan, saat ini ada sekitar 150 hingga 200 kapal sejenis yang “siap keluar.”

“Jadi, saya pikir pasar akan segera mendapatkan pasokan yang sangat mencukupi,” tutur Bessent.

Di sisi lain, Bessent menyoroti kondisi domestik rivalnya. Ia menyebut ekonomi Iran saat ini sedang “terjun bebas.”

“Semua orang bilang mereka punya toleransi tinggi terhadap penderitaan. Namun, para tentara mereka tidak akan punya toleransi tinggi jika mereka tidak mendapatkan gaji,” pungkasnya.

(bbn)

No more pages