"Penurunan ini pada dasarnya adalah reaksi pasar terhadap sinyal yang ada. Ketika nada pembicaraan bergeser ke arah deeskalasi, meskipun baru secara retoris, premi risiko akan mulai keluar dari pasar," ujar Haris Khurshid, Chief Investment Officer di Karobaar Capital LP. Namun, ia menambahkan bahwa pernyataan Trump "belum menghapus ketegangan yang mendasarinya."
Dalam unggahannya, Trump juga tetap membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer jika Iran mencoba menghalangi perlintasan kapal-kapal tersebut. "Jika proses kemanusiaan ini diganggu dengan cara apa pun, maka gangguan tersebut sayangnya harus dihadapi dengan kekuatan besar," tegas Trump tanpa merinci teknis pelaksanaannya.
Tak lama setelah perang dimulai, Trump sempat mengatakan AS akan menyediakan pengawalan laut untuk memastikan keselamatan kapal tanker minyak dan kapal lainnya yang melintasi selat tersebut. Namun, rencana terbaru ini untuk saat ini tidak melibatkan kapal perang Angkatan Laut, menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip seorang pejabat.
"Banyak negara telah meminta Amerika Serikat membantu membebaskan kapal-kapal mereka," kata Trump. "Saya telah memerintahkan perwakilan saya untuk menginformasikan bahwa kami akan berupaya maksimal mengeluarkan kapal dan kru mereka dengan selamat dari Selat. Dalam semua kasus, mereka menyatakan tidak akan kembali lagi."
Blokade AS dirancang untuk melumpuhkan ekonomi Iran dan memaksa penghentian pasokan minyak lokal. Menteri Keuangan Scott Bessent akhir pekan lalu menyatakan bahwa penutupan sumur-sumur minyak di Iran mungkin dimulai "pekan depan" karena fasilitas penyimpanan di Republik Islam tersebut mulai penuh.
Di tengah konflik, OPEC+ setuju untuk menaikkan kuota produksi secara simbolis untuk bulan Juni. Langkah ini diambil guna mengirimkan pesan bahwa kondisi pasar tetap stabil pasca keluarnya Uni Emirat Arab (UEA) dari aliansi tersebut. Sementara itu, Abu Dhabi justru mulai mempromosikan rencana pertumbuhan mandirinya.
Perang ini meletus pada akhir Februari setelah AS dan Israel menyerang Iran—sebuah langkah yang oleh Washington disebut sebagai upaya mencegah Teheran menjadi ancaman nuklir. Sepanjang tahun ini, harga minyak Brent telah melonjak sekitar 77%.
Harga:
- Brent untuk pengiriman Juli turun 0,6% menjadi US$107,50 per barel pada pukul 06.42 waktu Singapura.
- WTI untuk pengiriman Juni melemah 0,7% menjadi US$101,24 per barel.
(bbn)





























