Tidak berselang lama, tepatnya pada menit ke-14, Benjamin Sesko kembali menggandakan keunggulan MU menjadi 2-0 setelah kemelut terjadi di depan gawang Liverpool yang dijaga oleh F. Woodman.
Liverpool berhasil membalas ketinggalan lewat gol D. Szobozlai di menit ke-47. Gol tercipta karena kesalahan umpan yang dilakukan oleh Amad Diallo di tengah lapangan.
Lalu, kiper Manchester United, S. Lammens, melakukan kesalahan fatal yang membuat Cody Gakpo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-56.
Pertandingan berjalan cepat; serangan balik menjadi taktik yang disuguhkan kedua tim. Lalu pada menit ke-77 Kobbie Mainoo berhasil membobol gawang Liverpool untuk membuat skor menjadi 3-2 sampai peluit terakhir dibunyikan.
Carrick pantas dipertahankan?
Hasil melawan Liverpool menambah catatan kemenangan untuk Michael Carrick sejak menaungi Manchester United sebagai pelatih magang setelah Rúben Amorim dipecat di pertengahan musim.
Carrick berhasil membawa MU menang di 10 laga dan mencatatkan 2 kali kekalahan dan 2 kali seri dalam 14 pertandingan terakhir. Hasil tersebut juga berhasil membawa MU berada di peringkat ketiga, setelah sebelumnya ada di peringkat 7.
Tidak ada tim lain yang mengumpulkan lebih banyak poin dalam periode tersebut.
Dilansir BBC, Michael Carrick tidak ingin banyak berbicara tentang masa depannya. “Apa pun yang akan terjadi, akan terjadi,” katanya.
Namun, saat membahas situasi tersebut di tengah berbagai pertanyaan media dalam konferensi pers pascapertandingan, ia tampak sedikit melangkah lebih jauh dibandingkan sebelumnya.
“Saya menyukai apa yang saya lakukan,” ujarnya. “Rasanya sangat alami. Duduk di posisi ini adalah posisi yang baik untuk dijalani.”
Itulah kenyataannya. Itulah yang akan dipertaruhkan oleh manajemen Manchester United jika mereka memutuskan untuk mengganti Carrick dalam tiga pertandingan ke depan.
Kecuali pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, bisa diyakinkan untuk meninggalkan tim terbaik di Eropa dan beralih ke Premier League, sulit membayangkan United menemukan alternatif yang bisa diterima oleh para penggemar—yang meneriakkan nama Carrick setelah peluit akhir—maupun para pemain, yang, meski tidak seblak-blakan seperti Mainoo, terus memuji pelatih mereka.
(spt)





























