Peristiwa ini, menurut dia, menampilkan bagaimana sebuah konten hoaks yang memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) bisa menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan. Bahkan, konten tersebut terbukti bisa menipu tokoh senior dengan latar belakang keilmuan tinggi.
"Jadi ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bahaya dari AI, bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks. Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu adalah dasarnya hoaks," ujar Qodari.
Meski demikian, dia tak berkomentar tentang langkah lanjutan pemerintah usai Kementerian Komdigi berniat untuk menempuh jalur hukum terhadap unggahan video Amien Rais tersebut. Belum ada kepastian, apakah pemerintah akan melaporkan Amien Rais sebagai pembuat konten, atau orang-orang yang mengunggahnya ke media sosial dan menyebarluaskannya.
(dov/frg)




























