Langkah-langkah tersebut memicu spekulasi tentang kemungkinan upaya militer AS untuk menggulingkan rezim Komunis Kuba, terutama usai Trump memerintahkan penangkapan Nicolas Maduro, Presiden Venezuela dan melancarkan serangan udara baru terhadap Iran.
Pada bulan Maret, Trump mengatakan bahwa AS sedang berdialog dengan pulau itu “tetapi kami akan menangani Iran sebelum Kuba.”
Perintahan AS pada hari Jumat itu juga memungkinkan Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan untuk menjatuhkan sanksi ekonomi yang lebih berat kepada siapa pun yang terkait dengan pihak-pihak yang dikenai sanksi berdasarkan perintah tersebut.
Pada hari Rabu, diplomat tertinggi Kuba menuduh Washington berusaha menciptakan dalih untuk menggulingkan pemerintah di Havana.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya mengatakan kepada Fox News bahwa Kuba merupakan ancaman keamanan nasional karena telah “menyambut dengan tangan terbuka para musuh” AS. Washington sebelumnya menuduh Havana memberikan pijakan bagi pasukan Tiongkok dan Rusia di kawasan Amerika.
(bbn)





























