Ia juga menyebut bahwa China akan terus meningkatkan partisipasi dan penerimaan QRIS di negara Panda dengan melibatkan lebih banyak perbankan dan juga institusi pembayaran.
Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyebut BI telah melakukan uji coba secara terbatas (sandboxing) untuk memastikan keandalan sistem sebelum resmi diluncurkan. Dalam uji coba tersebut, volume transaksi QRIS Antarnegara Indonesia-China mencapai 1,64 juta transaksi dengan nominal Rp556 miliar.
Hingga saat ini, sistem QRIS Antarnegara Indonesia-China didukung oleh 24 penyelenggara dari Indonesia yang terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga non-bank. Sementara dari sisi China, sistem pembayaran digital lintas negara ini akan didukung oleh 19 penyelenggara.
BI berharap konektivitas pembayaran dengan China akan mempermudah transaksi antarnegara, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di kedua negara.
Sekadar catatan, BI menargetkan sistem pembayaran QRIS Antarnegara dapat digunakan di 8 negara pada tahun ini.
Saat ini QRIS Antarnegara sudah bisa digunakan di Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan. Selanjutnya, bank sentral akan memperluas penggunaan QRIS ke China, India, dan Arab Saudi.
(ell)






























