Taruhannya dalam persidangan ini sangat tinggi — bahkan mungkin menyangkut kelangsungan hidup — bagi OpenAI karena tuntutan yang diajukan Musk: ganti rugi sebesar US$134 miliar, pemecatan Altman sebagai CEO dan Brockman sebagai presiden, serta pembatalan konversi OpenAI menjadi entitas nirlaba yang telah diselesaikan pada bulan Oktober.
Saat ditanyai oleh pengacaranya, Musk memerika sebuah dokumen yang menunjukkan proposal tahun 2017 agar sang miliarder memiliki kendali mayoritas atas entitas nirlaba baru, jika entitas tersebut dibentuk. Ia mengaku bahwa hal itu sedang dipertimbangkan, tetapi menekankan bahwa pengaturan semacam itu akan bersifat sementara.
“Apabila saya menyediakan hampir seluruh dana di sini dan ini adalah entitas nirlaba, tampaknya kendali awal masuk akal,” katanya. Namun, seiring masuknya lebih banyak investor, katanya, hal itu “berarti saya tidak akan memiliki kendali seiring berjalannya waktu.”
Dalam pernyataannya pada Selasa di hadapan juri di pengadilan federal di Oakland, California, pengacara OpenAI, William Savitt, berargumen bahwa Musk “ingin mengubah OpenAI menjadi perusahaan nirlaba sepenuhnya dan mengambil kendali mutlak atasnya.” Namun, kata Savitt, “para pendiri lainnya menolak untuk menyerahkan kendali atas kecerdasan buatan kepada satu orang.”
‘Batas kesabaran’
Musk mengatakan kepada para juri pada hari Rabu bahwa “puncak kesabaran terakhir” dalam perselisihannya dengan para pemimpin OpenAI lainnya — Altman, Greg Brockman, dan Ilya Sutskever — terjadi pada tahun 2017 ketika mereka tampaknya berbalik melawannya.
Musk membacakan sebuah kutipan dari email yang dikirimkan oleh Sutskever: “Anda telah menunjukkan kepada kami bahwa kendali mutlak sangatlah penting bagi Anda.”
Musk bersaksi bahwa ia merasa para co-founder “jujur saja, tidak sepenuhnya jujur kepada saya” setelah sebelumnya telah tercapai kesepakatan mengenai bagaimana struktur perusahaan rintisan tersebut.
“Mereka telah bohong apa yang telah mereka sepakati sebelumnya. Saya merasa ini agak tidak tulus dan yang sebenarnya mereka inginkan adalah mendirikan entitas nirlaba di mana mereka memiliki kepemilikan saham sebanyak mungkin.”
Status sebagai nirlaba
Musk menolak gagasan bahwa ia ingin memegang kendali penuh atas OpenAI secara permanen dan mengatakan dirinya tetap berkomitmen pada tahun-tahun awal untuk mempertahankan status perusahaan sebagai lembaga riset nirlaba.
Musk menggambarkan diskusi pada 2017 mengenai kemungkinan mendirikan entitas nirlaba untuk startup AI tersebut sebagai sekadar “brainstorming.”
Musk juga mengeklaim bahwa ia mengarahkan salah satu perwakilannya untuk mengajukan dokumen pendirian entitas nirlaba yang dikenal sebagai B-Corp, “tetapi ternyata tidak diperlukan.”
Baca Juga: Kisah Berliku Hubungan Elon Musk dan Sam Altman
Pemilik xAI ini akhirnya meninggalkan dewan direksi OpenAI pada tahun 2018, setelah ia menyumbangkan US$38 juta kepada startup tersebut. Microsoft menginvestasikan satu miliar dolar pertamanya ke OpenAI pada tahun berikutnya, diikuti oleh $12 miliar lagi.
Keuntungan ganda
Pengacara Musk, Steven Molo, menanyakan kepadanya mengapa xAI didirikan sebagai entitas nirlaba.
“Anda bisa memilih salah satu, mendirikan organisasi nirlaba atau organisasi yang berorientasi profit,” katanya. “Anda tidak bisa mendirikan organisasi nirlaba lalu mengubahnya menjadi organisasi dengan orientasi profit. Itu sama saja dengan ingin mendapatkan keuntungan berlipat.”
Musk pertama kali menggugat OpenAI pada Februari 2024 di pengadilan negara bagian California, kemudian menarik gugatan tersebut dan mengajukan gugatan baru di pengadilan federal serta menambahkan Microsoft sebagai tergugat.
Musk membantah salah satu argumen utama OpenAI dalam persidangan: bahwa gugatannya diajukan setelah batas waktu tiga tahun.
Musk menegaskan, meskipun ia memiliki kekhawatiran tentang Altman dan Brockman pada 2018 dan 2022, dirinya tidak percaya pada saat itu bahwa mereka akan melanjutkan dengan “menelikung” organisasi nirlaba tersebut.
“Berpikir bahwa seseorang mungkin akan mencuri mobil Anda tidak sama dengan seseorang yang telah mencuri mobil Anda,” kata Musk dalam kesaksiannya.
“Saya akan mengajukan gugatan lebih awal jika saya berpikir mereka telah mencuri organisasi amal tersebut lebih awal.”
Pemeriksaan kembali
Musk menjadi mudah tersinggung dan defensif saat menjalani pemeriksaan silang oleh Savitt, sering kali mengatakan bahwa ia tidak dapat memberikan jawaban ya atau tidak yang sederhana karena Savitt berusaha menyesatkan juri.
Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers beberapa kali menyela selama sesi tanya jawab dan meminta Musk untuk tidak memberikan jawaban yang berbelit.
“Pertanyaan Anda tidak sederhana,” kata Musk kepada Savitt. “Pada dasarnya, pertanyaan-pertanyaan itu dirancang untuk menjebak saya.”
“Alasan klise mengapa Anda tidak selalu bisa menjawab pertanyaan ya atau tidak: Jika Anda bertanya, ‘Apakah Anda sudah berhenti memukuli istri Anda?’” kata Musk.
Gonzalez Rogers menyela dan berkata kepada Musk: “Kita tidak akan membahas hal itu,” yang memicu tawa di ruang sidang.
(bbn)






























