Logo Bloomberg Technoz

Google terlibat dalam persaingan ketat dengan startup Anthropic PBC dan OpenAI guna mengembangkan AI yang dapat berkinerja setara dengan manusia dan menjualnya kepada bisnis dan konsumen. 

Unit komputasi awan Google melaporkan pendapatan sebesar US$20 miliar, melampaui proyeksi analis sebesar US$18,4 miliar. Divisi ini mengalami “percepatan pertumbuhan signifikan,” didorong oleh permintaan terhadap perangkat lunak dan infrastruktur AI-nya, demikian pernyataan Google. Backlog — ukuran pekerjaan yang telah dikontrak namun belum dicatat sebagai pendapatan — nyaris dua kali lipat dari kuartal sebelumnya menjadi lebih dari US$460 miliar, menurut perusahaan.

Bagi pelanggan terpilih, Google akan mulai menawarkan unit pemrosesan tensor (TPU) untuk digunakan di pusat data mereka sendiri — langkah yang akan memperluas pasar yang dapat dijangkau, kata CEO Sundar Pichai. TPU merupakan salah satu alternatif terbaik untuk chip Nvidia Corp., dan telah menjadi sumber daya yang sangat dicari seiring perusahaan-perusahaan berburu daya komputasi untuk memenuhi permintaan AI.

Perusahaan juga mengatakan akan menaikkan dividen sebesar 5%, sehingga menghasilkan dividen tunai triwulanan sebesar US$0,22. 

Alphabet mengatakan pada bulan Februari bahwa belanja modal akan mencapai US$185 miliar tahun ini, dua kali lipat dari yang dibelanjakan tahun lalu, namun sejalan dengan rencana belanja rekor di perusahaan pesaing.

Selama beberapa tahun terakhir, Google telah berupaya secara serius menata ulang bisnisnya demi menghadapi era kecerdasan buatan atau AI, dengan berusaha mempertahankan kebiasaan konsumen untuk mengunjungi halaman pencariannya di tengah meningkatnya popularitas chatbot dari startup seperti OpenAI dan Anthropic.

Hari ini, perusahaan tersebut menyajikan jawaban yang dihasilkan oleh AI sebagai respons atas banyak pencarian — sebuah perubahan yang berdampak besar pada cara perusahaan-perusahaan yang mengandalkan lalu lintas Google menghasilkan uang. 

Jumlah kueri pencarian mencapai rekor tertinggi, didorong oleh integrasi AI yang meningkatkan penggunaan, kata Pichai dalam sebuah pernyataan. 

Pada kuartal-kuartal sebelumnya, laba Alphabet didorong oleh peningkatan nilai investasi di perusahaan swasta, termasuk SpaceX, yang berencana melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada akhir tahun ini. 

Alphabet juga merupakan investor utama di Anthropic PBC, dimana startup ini mengatakan pekan lalu bahwa Google akan berinvestasi hingga US$40 miliar di startup tersebut.

Hubungan Google dengan kedua perusahaan tersebut juga semakin kompetitif: SpaceX kini memiliki xAI, perusahaan AI dan chatbot milik Elon Musk. Secara internal, para pemimpin Google semakin khawatir tertinggal dari Anthropic dalam hal pemrograman AI, seiring dengan produk andalan startup tersebut, Claude Code, yang menjadi produk terlaris.

(bbn)

No more pages