Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Melambung, Sentimen Pasar Tekan Bursa Saham Asia

News
30 April 2026 06:50

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Richard Henderson - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan melemah pada perdagangan Kamis (30/4) seiring meningkatnya ketidakpastian akibat perang di Iran yang memicu lonjakan harga minyak.

Indeks berjangka (futures) untuk pasar Jepang, Australia, dan Hong Kong terpantau kompak memerah pada Kamis (30/4) pagi. Pergerakan ini menyusul penutupan indeks S&P 500 yang cenderung stagnan pada hari Rabu, meski Nasdaq 100 berhasil mencatatkan penguatan tipis. Di sisi lain, imbal hasil (yield) obligasi AS (Treasury) meningkat setelah Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga, yang turut memperkuat posisi dolar AS.


Sementara itu, nilai tukar yen terpantau stabil pada Kamis pagi setelah sempat merosot melewati level 160 per dolar AS—titik terlemahnya tahun ini. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pembuat kebijakan di Jepang dan meningkatkan risiko adanya intervensi pasar oleh otoritas setempat untuk menopang mata uang tersebut.

Indeks saham berjangka AS sempat menguat pada Kamis, membalikkan penurunan sebelumnya berkat kenaikan harga saham Alphabet Inc dan Amazon.com Inc di akhir perdagangan. Namun, saham Meta Platforms Inc dan Microsoft Corp justru merosot pada sesi penutupan pasar, memperpanjang kekhawatiran investor terkait besarnya pengeluaran perusahaan untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).