Logo Bloomberg Technoz

Sulfur sendiri digunakan sebagai bahan baku dalam produksi produk antara nikel seperti mixed hydroxide precipitate (MHP)—yang merupakan bahan baku baterai — melalui proses pelindian asam bertekanan tinggi.  Memproduksi 1 ton MHP umumnya membutuhkan sekitar 11,7 ton sulfur. 

Smelter Huafei berlokasi di kawasan PT Indonesia Wedabay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Saham Huafei Nickel Cobalt tercatat dimiliki oleh sejumlah perusahaan, dengan porsi terbesar sebesar 51% digenggam oleh Huayou.

Selanjutnya Glaucous Internasional memiliki 30% saham Huafei, Eve Battery menggenggam saham Huafei sebesar 17%, dan Lindo Investment menggenggam saham terkecil sebesar 2%.

Mengutip laporan tahunan Huayou, Huafei memiliki kapasitas produksi sebesar 120.000 ton MHP per tahun. Bahkan, Huayou mengklaim smelter tersebut merupakan pabrik pengolahan bijih nikel laterit terbesar di dunia.

Beberapa lini produksi smelter tersebut awal berproduksi pada Juni 2023, hingga akhirnya target produksi sebesar 120.000 ton diklaim tercapai pada akhir kuartal I-2024.

Lebih lanjut, Huayou juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap untuk mencapai produksi yang stabil dan melebihi target.

Adapun, sekitar 50% pasokan sulfur dunia atau sekitar 20 juta ton per tahun berasal dari wilayah Teluk Persia di Timur Tengah.

Ekspor sulfur Timur Tengah ke Indonesia./dok. BMI

Negara-negara eksportir utama meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, dan Iran. Sulfur yang berasal dari negara tersebut harus melewati Selat Hormuz untuk mencapai pasar global.

Dalam riset SMM, lebih dari 75% impor sulfur indonesia pada 2025 berasal dari Timur Tengah. SMM memprediksi penutupan Selat Hormuz memengaruhi biaya produksi dan stabilitas pasokan MHP Indonesia.

Lebih lanjut, SMM memprediksi Indonesia bakal bersaing dengan pembeli global untuk pasokan sulfur dari negara-negara di luar Timur Tengah yang pasokannya cukup terbatas.

Selain itu, kenaikan premi asuransi dan meningkatnya biaya pengiriman akibat pengalihan rute akan makin mendongkrak landed cost atau total biaya logistik.

Lebih lanjut, lebih dari 75% impor sulfur Indonesia pada 2025 berasal dari Timur Tengah. Sulfur tersebut banyak dimanfaatkan untuk industri pengolahan nikel utamanya smelter hidrometalurgi berbasis HPAL.

Pada 2025, Arab Saudi menjadi pemasok terbesar sekitar 1,76 juta ton, Qatar sebanyak 967.000 ton, UEA 918.000 ton, Kanada 515.000 ton, Kuwait 366.000 ton, Malaysia 146.000 ton, dan Singapura sebesar 115.000 ton.

(azr/wdh)

No more pages