Di tengah tekanan global, mulai dari kenaikan harga minyak hingga konflik geopolitik dan isu ketahanan pangan, Indonesia dinilai masih berada dalam posisi yang relatif baik.
Shan melihat kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok sebagai salah satu kekuatan utama.
“Saya lihat Indonesia cukup baik dalam menjaga pasokan makanan pokok seperti beras, ayam, telur,” ungkapnya.
Program MBG juga dinilai berperan dalam memastikan akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Ketika kebutuhan seperti makanan, listrik, dan air dapat terpenuhi, kata Shan, menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.
“Kalau kebutuhan dasar seperti makanan, listrik, air terpenuhi, itu sudah berkah besar,” lanjut Shan.
Potensi Ekonomi RI
Lebih jauh, ia menilai bahwa keseriusan pemerintah dalam melakukan reformasi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai terlihat dari berbagai indikator.
Stabilitas kebijakan, pertumbuhan ekonomi, serta kredibilitas pemerintah menjadi faktor utama yang diperhatikan investor.
“Investor melihat angka-angka ini. Dan data terbaru juga menunjukkan tren yang positif,” jelasnya.
Ke depan, peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih terbuka lebar. Bahkan, Shan menyebut bahwa jika tensi konflik global mereda, pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi melampaui angka 6 persen.
Dengan demikian, program MBG tidak hanya dipandang sebagai kebijakan sosial, tetapi juga sebagai investasi strategis yang dapat memperkuat kualitas SDM, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong ketangguhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
(red)






























