PII Indonesia Catat Kewajiban Neto US$227,6 Miliar
Redaksi
11 June 2026 07:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan I 2026 mencatat kewajiban neto sebesar US$227,6 miliar, menyusut dari US$273,4 miliar pada akhir triwulan IV 2025.
Hal tersebut didorong oleh penurunan Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih besar dibandingkan penurunan Aset Finansial Luar Negeri (AFLN), sehingga menekan nilai kewajiban neto Indonesia terhadap luar negeri.
“Posisi AFLN Indonesia menurun terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi cadangan devisa sejalan dengan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.” kata Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Bank Indonesia, dalam siaran media, Rabu (10/6/2026).
Posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) Indonesia pada akhir triwulan I 2026 tercatat sebesar US$556,7 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan posisi akhir triwulan IV 2025 yang sebesar US$559,1 miliar.
Penurunan AFLN dipengaruhi oleh koreksi harga sejumlah aset serta penguatan dolar AS terhadap beberapa mata uang negara tujuan investasi. Meski demikian, perkembangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya posisi aset pada instrumen investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya.





























