Logo Bloomberg Technoz

Sedangkan Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Teheran sudah meminta Washington untuk mencabut blokade tersebut. Namun Iran masih meminta sebagian kendali atas pelayaran di Selat Hormuz, sesuatu yang mungkin belum bisa diterima AS.

Hal ini membuat harga minyak masih menanjak. Kemarin, harga minyak jenis brent melesat 2,8% ke US$ 111,26/barel.

“Jika kenaikan harga minyak terus berlanjut, maka pelaku pasar mungkin saja mempertimbangkan akan ada kenaikan suku bunga acuan. Apabila itu terjadi, maka bisa saja harga emas jatuh hingga ke level US$ 4.500/troy ons,” sebut Commerzbank AG dalam catatannya.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa kurang menguntungkan saat suku bunga betul-betul naik.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas rontok sampai ke zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 39. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Bahkan indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh nol. Paling kecil, sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya berpotensi naik. Cermati pivot point di US$ 4.617/troy ons.

Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.651/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Resisten lanjutan ada di MA-10 yaitu US$ 4.705/troy ons.

Target paling optimistis ada di US$ 4.827/troy ons.

Namun kalau harga emas malah turun lagi, maka US$ 4.561/troy ons sepertinya akan menjadi target support terdekat. Penembusan di titik tersebut berisiko memangkas harga emas ke rentang US$ 4.533-4.501/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.375/troy ons.

(aji)

No more pages