Logo Bloomberg Technoz

Penipuan dari Medsos Meledak, Kerugian Naik 8 Kali Lipat

Merinda Faradianti
29 April 2026 08:50

Ilustrasi kejahatan di ruang digital seperti scam, kekerasan dan pemerasan seksual atau sextortion. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi kejahatan di ruang digital seperti scam, kekerasan dan pemerasan seksual atau sextortion. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Federal Trade Commission (FTC) mencatat bahwa kerugian akibat penipuan yang bermula dari media sosial melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan dalam laporannya, nilai kerugian mencapai sekitar US$2,1 miliar pada 2025, atau meningkat delapan kali lipat dibandingkan 2020.

"Karena sebagian besar penipuan tidak dilaporkan ke pemerintah, kerugian sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi," tulis laporan tersebut, dikutip Rabu (29/4/2026).

FTC mengungkap bahwa sekitar 30% korban yang melaporkan kerugian mengaku pertama kali terpapar penipuan melalui platform medsos.


Lebih lanjut disebutkan bahwa kerugian dari modus ini mencapai sekitar US$1,1 miliar, didorong oleh maraknya promosi investasi palsu hingga platform trading fiktif yang beredar di medsos.

Di sisi lain, penipuan belanja atau shopping scams menjadi yang paling sering terjadi. Lebih dari 40% laporan berasal dari korban yang tertipu setelah bertransaksi melalui iklan atau toko palsu di platform sosial.