Teknologi AI Google Akan Dipakai Pentagon untuk Misi Militer
News
29 April 2026 08:15

Katrina Manson-Bloomberg News
Bloomberg, Google mencapai kesepakatan dengan Departemen Perang Amerika Serikat dan mengizinkan lembaga federal tersebut mengakses sistem kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan dalam pekerjaan militer rahasia, menurut seorang pejabat Pentagon. Kesepakatan ini tercapai di tengah protes para peneliti di perusahaan tersebut. Kesepakatan tersebut ditandatangani pada pukul 16.00 pada hari Senin waktu AS, menurut seseorang yang mengetahui masalah ini.
Juru bicara Google dari Alphabet Inc. mengatakan kepada Bloomberg News bahwa perusahaan telah mengubah kontraknya dengan Pentagon. Walau banyak detail kesepakatan tersebut masih belum jelas, dia mengatakan bahwa kesepakatan tersebut mencakup pemberian akses API kepada Pentagon. Ini berarti memberikan lembaga tersebut kemampuan untuk terhubung langsung dengan perangkat lunak perusahaan, tetapi tidak mencakup pekerjaan khusus atau pengembangan model.
“Kami percaya bahwa memberikan akses API ke model komersial kami, termasuk di infrastruktur Google, dengan praktik dan ketentuan standar industri, merupakan pendekatan yang bertanggung jawab dalam mendukung keamanan nasional,” kata juru bicara perusahaan dalam sebuah pernyataan.
“Kami tetap berkomitmen pada konsensus antara sektor swasta dan publik bahwa AI tidak boleh digunakan untuk pengawasan massal dalam negeri atau senjata otonom tanpa pengawasan manusia yang memadai,” terang juru bicara tersebut.































