Logo Bloomberg Technoz

“Bekal ilmu ini menempatkan adik-adik agar tidak sekadar mengikuti arus digitalisasi, tapi juga berani mengambil langkah mengambil peran sebagai penggerak dan juga untuk menciptakan nilai memperluas manfaat teknologi dan memperkuat daya saing bangsa khususnya di bidang digital,” ujarnya.

Tantangan Digital dan Peran Generasi Muda

Meutya juga menyoroti tantangan besar di ruang digital, termasuk meningkatnya misinformasi yang kini menjadi isu global. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi secara kritis.

“Perlu saya sampaikan, misinformasi bukan hanya persoalan lokal, melainkan tantangan global menurut World Economic Forum 2025. Di mana pun kalian berada nanti, jadilah pandu-pandu literasi digital di daerah masing-masing. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, kami butuh kalian untuk menjadi penjaga kebenaran di tengah banjir informasi ini,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memperkuat pentingnya keterlibatan generasi muda sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelopor dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat.

Sejalan dengan itu, TelkomGroup menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan pemerintah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta pengembangan solusi teknologi yang bertanggung jawab.

Selain memperluas konektivitas nasional, Telkom juga aktif mengedukasi masyarakat. Program-program literasi digital yang menyasar generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran akan etika dan keamanan siber.

Upaya tersebut sekaligus mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS. Regulasi ini menjadi landasan dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman dan inklusif.

Di sisi lain, Yayasan Pendidikan Telkom turut berperan dalam pengembangan sumber daya manusia. Melalui ekosistem pendidikan terintegrasi, lembaga ini membangun fondasi literasi dan karakter sejak dini hingga tingkat perguruan tinggi.

Pada jenjang pendidikan tinggi, Telkom University difokuskan untuk mencetak talenta digital unggul. Lulusan diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus mendorong inovasi di era transformasi digital.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan apresiasinya kepada para wisudawan. Ia menekankan pentingnya integritas, daya juang, dan kepedulian sosial bagi lulusan di tengah persaingan global.

“Kami melihat para lulusan hari ini bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai agent of change, individu yang mampu menciptakan solusi, membuka peluang, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan tentunya bagi bangsa,” pungkas Dian.

Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi dan kewirausahaan, Telkom University terus berkomitmen mencetak generasi yang adaptif dan inovatif. Kampus ini juga mendorong lahirnya talenta dengan daya saing global.

Pada kesempatan yang sama, Telkom University mendeklarasikan pengembangan SafeAI yang berorientasi pada nilai kemanusiaan. Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam memastikan teknologi kecerdasan artifisial tetap berpihak pada kepentingan manusia.

Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menciptakan ekosistem digital yang aman. Pendekatan human-centric dalam pengembangan AI diharapkan mampu melindungi sekaligus memberdayakan generasi muda.

Pada periode wisuda ini, sebanyak 1.502 mahasiswa resmi dilantik. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari doktoral hingga program diploma.

Pelaksanaan wisuda yang digelar dalam dua sesi tersebut menjadi simbol kesiapan lulusan menghadapi dinamika global. Dengan bekal ilmu dan karakter, para lulusan diharapkan mampu berkontribusi nyata bagi bangsa.

Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan menjadi kunci utama. Sinergi ini diyakini mampu memperkuat ekosistem digital Indonesia agar lebih kompetitif, aman, dan berkelanjutan di masa depan.

(tim)

No more pages