Logo Bloomberg Technoz

Senada, Pakar Komunikasi Pemerintah Universitas Paramadina Wahyutama juga meragukan kekuatan tambahan tim komunikasi pemerintah akan efektif. Dia menyoroti sejumlah sikap dan respons para juru bicara pemerintah yang selama ini selalu menanggapi kritik dan protes masyarakat secara defensif -- bahkan menganggapnya sebagai serangan kepada pemerintah atau presiden.

Seharusnya, kata dia, para juru bicara pemerintah bisa memanfaatkan kritik para pengamat dan kelompok masyarakat sebagai materi perbaikan kebijakan dan kinerja pemerintah. 

"Jika juru bicara mampu merespons kritik dengan dewasa, mereka bisa menjadi 'jembatan komunikasi' yang krusial antara presiden dan berbagai pihak," ujar Wahyutama.

Selain sikap, dia juga mempertanyakan apakah para juru bicara baru akan memiliki akses yang baik kepada presiden. Menurut dia, ada kesenjangan antara struktur resmi pemerintahan dengan kondisi faktual komunikasi pemerintah.

Menurut dia, selama ini akses informasi ke presiden kerap tak merata bahkan kepada pejabat yang sebenarnya bertugas sebagai juru bicara presiden atau pemerintah. Jika hal ini kembali terjadi, kata dia, upaya pemerintah untuk memiliki tim komunikasi yang baik akan kembali gagal.

"Tugas utama juru bicara adalah mengartikulasikan apa yang ada di kepala Presiden kepada publik secara jernih. Mereka harus mampu memberikan sinyal yang jelas mengenai arah kebijakan pemerintah," kata Wahyutama.

Usai pelantikan, Qodari mengatakan tugas barunya sebagai kepala bakom sangat berat karena harus mampu menyampaikan seluruh program Presiden Prabowo kepada masyarakat; termasuk latar belakang atau dasar dari kebijakan tersebut.

Menurut dia, posisi juru bicara pemerintah pun akan tetap diampu sejumlah pejabat termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya. Selain itu, Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo juga akan tetap menjalankan perannya meski tak lagi merangkap sebagai kepala Bakom.

"Kalau nanti dirasakan perlu tambahan lagi yang disebut sebagai jubir, nanti kita ke depan akan evaluasi," ujar Qodari.

Hasan Nasbi pun mengatakan, perannya akan erat berhubungan dengan Bakom dan Kementerian Komdigi untuk memperkuat komunikasi pemerintah.

Dia mengklaim, pemerintah akan menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan lebih baik. Termasuk, upaya pemerintah untuk menangkal semua berita bohong, tak benar atau hoaks soal program dan kinerja pemerintah Prabowo.

Tim Penasehat Khusus bidang Komunikasi, ujar Hasan, akan mengambil peran untuk menyusun strategi komunikasi yang tepat. Selain itu, tim ini juga akan menyiapkan substansi atau materi komunikasi yang bisa menjadi bekal tim juru bicara di Bakom dan Kementerian Komdigi.

"Tapi kalau diperintahkan presiden untuk maju lagi [menjadi jubir] saya siap," kata dia.

Hasan sendiri adalah juru bicara pemerintah di awal pemerintahan Prabowo Subianto. Dia mulai tersingkir dari tim komunikasi pemerintah usai melontarkan respons kontroversial terhadap sejumlah kasus, terutama serangan teror dan ancaman terhadap wartawan.

Sedangkan Qodari memiliki catatan peningkatan jabatan dan kepercayaan yang signifikasi di pemerintah Prabowo. Kurang dari satu tahun, dia diangkat menjadi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP). Selama periode tersebut, dia pun kerap menggelar konferensi pers yang isinya progres atau capaian program-program unggulan Prabowo.

(dov/frg)

No more pages