Logo Bloomberg Technoz

Pipeline-nya belum muncul, nah ini mungkin perlu dikejar ke depan karena ini salah satu sektor juga yang penting,” kata dia.

Belakangan, BEI membeberkan, terdapat 16 perusahaan yang masih dalam perencanaan untuk IPO tahun ini.

Adapun, BEI tidak berhasil membawa perusahaan potensial untuk melantai di bursa pada kuartal I-2026.

IPO pertama tahun ini baru terlaksana pada 10 April 2026 yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA).

Saat itu, WBSA menghimpun dana segar sekitar Rp302,4 miliar dengan melepas 1,8 miliar saham kepada publik atau sekitar 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Situasi pencatatan saham perdana itu berbalik dari torehan IPO sepanjang kuartal I-2025 yang terbilang ramai.

Sebanyak 11 perusahaan melantai di bursa saat itu dengan antusias pasar yang relatif tinggi.

Beberapa perusahaan yang melantai saat itu di antaranya PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX), PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC), PT Hero Global Investment Tbk (HGII), PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG).

Beberapa perusahaan lainnya juga meliputi PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) hingga PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI).

(naw)

No more pages