Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.690,3/troy ons. Jatuh 1,04% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak 6 April atau hampir tiga pekan terakhir.
Perkembangan di Timur Tengah masih membebani langkah harga emas. Amerika Serikat (AS) dan Iran masih tegang, saling berebut kendali di Selat Hormuz.
“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembak seluruh kapal, termasuk kapal kecil (semua kapal Angkatan Laut Iran kecil, 159 sudah di dasar laut!) yang mencoba keluar dari perairan Selat Hormuz,” tegas Trump dalam cuitan di media sosial.
Trump menyatakan blokade Selat Hormuz akan berlaku sampai kesepakatan tercapai. Sementara Iran menegaskan tidak akan ambil bagian dalam negosiasi sampai blokade AS dicabut.
Dinamika ini membuat harga minyak kembali menanjak. Kemarin, harga minyak jenis brent melesat 3,1% ke US$ 105,07/barel, tertinggi sejak 7 April.
Harga minyak yang melambung akan membuat dunia terancam mengalami inflasi tinggi. Alhasil, bank sentral di berbagai negara akan kesulitan untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.
(aji)





























