Logo Bloomberg Technoz

“Kita juga melakukan stress testing. Kita mau masuk di sektor mana yang saat ini kita nilai relatively aman dengan situasi geopolitik seperti sekarang,” katanya.

Pukulan di Sektor Manufaktur

Eximbank juga mengakui, beberapa sektor mengalami pukulan imbas adanya konflik geopolitik, terutama pada sektor manufaktur yang bergantung pada bahan baku impor.

Sulaeman menjelaskan, kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu dampak yang mulai muncul seiring meningkatnya tensi geopolitik global. Bahan baku seperti plastik untuk kemasan disebut mengalami peningkatan harga, yang pada akhirnya menekan margin perusahaan.

“Yang terdampak itu manufaktur, khususnya yang bahan bakunya masih mengandalkan impor. Dari sisi bahan baku mengalami peningkatan, sehingga impact-nya ke margin perusahaan perlu kita cermati,” ujarnya.

Ia menambahkan, tekanan tersebut belum berdampak luas terhadap keseluruhan kinerja ekspor, namun tetap perlu diantisipasi melalui berbagai skenario, termasuk jika konflik berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Di sisi lain, eksportir yang memiliki tujuan pasar ke negara-negara yang terdampak konflik juga mulai menghadapi hambatan, termasuk adanya pembatalan pesanan dari kawasan tertentu seperti Timur Tengah.

Namun demikian, Eximbank menilai diversifikasi pasar menjadi kunci untuk meredam risiko tersebut. Melalui program pengembangan kawasan ekspor baru, lembaga ini mendorong pelaku usaha untuk memperluas tujuan ekspor ke wilayah non-tradisional.

“Kalau tujuan ekspor tradisional seperti Amerika, Eropa, Jepang, itu kan sudah biasa. Kita dorong ke pasar baru seperti Afrika dan Asia Selatan untuk diversifikasi,” kata Sulaeman.

Menurutnya, eksportir yang telah menggarap pasar-pasar baru tersebut relatif lebih tahan terhadap gejolak saat ini, dengan aktivitas ekspor yang masih berjalan baik.

(ell)

No more pages