Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Balik Arah dan Tutup Sesi I di Zona Merah

Muhammad Julian Fadli
16 April 2026 12:57

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,36% di posisi 7.596 pada perdagangan Sesi I hari ini, Kamis (16/4/2026). Imbas saham–saham big caps bersama saham energi yang turun amat dalam.

Jelang penutupan perdagangan, IHSG berangsur–angsur terpeleset hingga melemah. Adapun rentang perdagangan terjadi di 7.705 hingga terdalam menyentuh 7.578.

IHSG Penutupan Sesi I pada Kamis 16 April 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp10,76 triliun dari sejumlah 25,52 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi yang terjadi 1,67 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan di 319 saham, 330 saham melemah, dan sisanya 167 saham stagnan.

Penyebab IHSG Melemah


Saham–saham energi utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 0,86%, begitu juga saham infrastruktur drop 0,85%, disusul oleh pelemahan pada saham barang baku dengan koreksi 0,8%. 

Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks. Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg:

  1. PTDian Swastatika Sentosa (DSSA) mengurangi 9,74 poin
  2. PT Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 9,26 poin
  3. PT Barito Pacific (BRPT) mengurangi 5,65 poin
  4. PT Mora Telematika Indonesia (MORA) mengurangi 2,7 poin
  5. PT Impack Pratama Industri (IMPC) mengurangi 2,43 poin
  6. PT Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 2,35 poin
  7. PT Energi Mega Persada (ENRG) mengurangi 2,35 poin
  8. PT Sinar Mas Multiartha (SMMA) mengurangi 2,08 poin
  9. PT Chandra Asri Pacific (TPIA) mengurangi 2,07 poin
  10. PT Vktr Teknologi Mobilitas (VKTR) mengurangi 1,92 poin