Harga Nikel 2026 Diramal US$16.600 Meski Ada Perang & Oversupply
Azura Yumna Ramadani Purnama
16 April 2026 12:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – BMI, lengan riset dari Fitch Solutions Company, merevisi naik proyeksi harga logam nikel dunia pada 2026, dari sebelumnya sebesar US$15.800/ton menjadi ke level US$16.600/ton.
Dalam riset terbarunya, BMI mengungkapkan meskipun konflik geopolitik di Timur Tengah masih memengaruhi sentimen pasar. Namun, prospek harga nikel kemungkinan besar bakal tetap didominasi oleh dinamika pasokan dari Indonesia.
Surplus nikel di pasar global pada tahun ini diprediksi berada di sekitar 324.000 ton, seiring rencana Indonesia menambah kapasitas pabrik pengolahan smelter. Meskipun begitu, rencana ekspansi tersebut bakal menjaga harga batas bawah logam nikel.
Dengan begitu, pasokan dari Indonesia diramal bakal membatasi risiko terulangnya penurunan harga nikel secara tajam dan mendukung harga logam nikel berada di atas rata-rata 2025 sebesar US$15.161/ton.
“Kami menaikkan perkiraan harga nikel pada 2026 menjadi USD16.600/ton dari sebelumnya USD15.800/ton, menyusul revisi naik di luar siklus yang dilakukan sebelumnya pada tahun ini, yang mencerminkan kondisi harga yang secara struktural lebih kuat meskipun diperkirakan harga akan terus melemah,” tulis BMI dalam riset terbarunya, Kamis (16/4/2026).
























