Logo Bloomberg Technoz

"Ada begitu banyak aspek rumit dalam masalah ini," ujar Presiden Finlandia Alexander Stubb pada Senin, beberapa jam setelah blokade AS mulai berlaku. "Saat ini, Iran memegang banyak kendali."

Iran awalnya menutup jalur tersebut—kecuali untuk kapal tanker pengangkut minyaknya sendiri—setelah AS dan Israel mulai membombardir negara itu pada akhir Februari. Langkah tersebut langsung membuat harga energi global meroket dan mengacaukan pasar.

Sebagai respons, Trump menuntut sekutu AS, termasuk kekuatan laut terbesar Eropa di NATO, untuk membantu membuka kembali selat tersebut—permintaan yang ditolak secara bulat. Sebaliknya, Inggris dan Prancis meluncurkan inisiatif untuk merencanakan misi pasca-perang guna mengamankan pelayaran. Upaya ini kini telah berkembang hingga melibatkan sekitar 40 negara, meski perencanaan tersebut masih dalam tahap awal.

Inggris saat ini lebih fokus pada kemungkinan pengerahan sistem pemburu ranjau otonom yang sudah ada di kawasan tersebut, daripada mengirim kapal perang untuk mengawal tanker. Sementara itu, Prancis berulang kali mengusulkan sistem pengawalan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan tujuannya adalah membentuk "misi multinasional damai yang bertujuan memulihkan kebebasan navigasi," namun ia menekankan bahwa misi ini akan bersifat "tegas defensif" dan hanya akan "dikerahkan segera setelah situasi memungkinkan."

Keterlibatan AS dalam upaya ini juga membelah suara para sekutu. Prancis menginginkan misi apa pun dikoordinasikan secara erat dengan Iran, yang berarti hanya negara-negara yang tidak bermusuhan dengan Teheran, seperti India atau negara Eropa lainnya, yang boleh berpartisipasi. Beberapa sekutu bahkan menilai peran AS justru akan merugikan karena akan membuat pihak Iran menjadi terlalu defensif.

Trump kini membuat perencanaan menjadi lebih sulit dengan langkahnya memblokade selat tersebut—sebuah taktik untuk menekan pendapatan minyak Teheran demi mendapatkan konsesi dalam perundingan damai. Meskipun Trump mengeklaim negara lain menawarkan bantuan, hingga kini belum ada satu pun negara yang maju secara terang-terangan.

Pada Jumat, Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan memimpin konferensi video dari Paris bersama koalisi yang lebih luas. Starmer menyatakan bahwa negara-negara tersebut akan mendorong AS dan Iran untuk terus bernegosiasi sambil membahas kemungkinan rencana militer setelah gencatan senjata konklusif tercapai.

Saat ini, dunia diplomasi sedang dalam posisi menunggu. Meski banyak yang melihat blokade Trump sebagai taktik negosiasi dan bukan awal dari serangan terhadap kapal tanker, kekhawatiran akan eskalasi tetap tinggi. Penyitaan kapal Iran sekalipun dikhawatirkan dapat memicu Teheran untuk kembali menyerang negara-negara Teluk atau menekan pemberontak Houthi di Yaman untuk mengganggu pelayaran di Laut Merah.

"Ini benar-benar perang yang sebenarnya bisa dihindari," kata Stubb. "Kita semua sekarang sedang berusaha mencari jalan keluarnya."

(bbn)

No more pages