Logo Bloomberg Technoz

Merespons rencana perundingan AS-Iran, harga minyak ambruk. Pagi ini, harga minyak jenis brent jatuh hampir 5% ke US$ 94,72/barel pada pukul 06:28 WIB.

Jika AS-Iran berhasil sepakat untuk mengakhiri perang, maka harga energi dunia akan lebih terkendali. Dengan begitu, dunia tidak akan dihantui ancaman inflasi tinggi akibat mahalnya harga energi.

Bank sentral pun jadi punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga. Hal ini tentu menjadi sentimen positif bagi emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Rabu (15/5/2026)? Berapa saja target yang perlu dicermati?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 55.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum terlampau jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan masih cenderung netral.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli (overbought).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya berisiko turun. Target support terdekat rasanya di US$ 4.756/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di MA-10 yaitu US$ 4.721/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.557/troy ons.

Namun andai harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.844/troy ons rasanya bisa menjadi resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mendongkrak harga ke kisaran US$ 4.844-4.910/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.930/troy ons.

(aji)

No more pages