Sejumlah saham mencatat kenaikan luar biasa dan menjadi top gainers. Di antaranya adalah PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) yang melejit 34,8%, PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) dan PT PP Presisi Tbk (PPRE) yang melesat 34,7% serta PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) juga menguat 34%.
IHSG menjadi yang teratas dari banyak Bursa Asia yang menghijau sepanjang hari, menyusul KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Tokyo), TW Weighted Index (Taiwan), KOSDAQ (Korea), Shenzhen Comp. (China), CSI 300 (China), Shanghai Comp. (China), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), TOPIX (Jepang), Hang Seng (Hong Kong), Straits Times (Singapura), dan KLCI (Malaysia), yang berhasil menguat masing-masing 2,74%, 2,43%, 2,37%, 2%, 1,42%, 1,19%, 0,95%, 0,95%, 0,87%, 0,82%, 0,47%, dan 0,45%.
Salah satu sentimen yang memulas laju IHSG datang dari optimisme pasar mencermati pertemuan Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa dengan sejumlah investor potensial di New York dan Washington DC, Amerika Serikat (AS), Senin setempat. Dalam pertemuan tersebut, Bendahara Negara membeberkan kondisi fundamental makro ekonomi serta strategi fiskal Indonesia kepada sejumlah investor raksasa AS.
Adapun, sejumlah investor AS yang melakukan pertemuan dengan Purbaya di New York antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.
Purbaya menyebut bahwa investor tersebut berniat berinvestasi di Indonesia usai diberikan penjelasan agar tidak ragu menanamkan modal di Tanah Air.
Menurutnya, mereka telah memahami arah kebijakan fiskal Indonesia berada di jalur yang tepat. Hanya saja Fitch–Moody’s terlalu cepat memberikan hasil peringkat terhadap Indonesia. Padahal sejumlah data perekonomian Indonesia belum benar–benar terpublikasi.
“Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya nya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, di mana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” jelas Purbaya dalam keterangannya, mengutip Selasa (14/4/2026).
Dalam kaitan itu, Purbaya memastikan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,5% pada kuartal I–2026 dan lebih tinggi lagi pada kuartal II–2026. Ketika hal itu dapat terealisasi, maka investor asing akan meningkatkan investasi di Indonesia.
“Ini akan dengan serta membuat mereka otomatis akan memperbesar investasi di Indonesia. Jadi kita fokus memastikan kebijakan kita berjalan sesuai dengan desain yang kita buat,” jelas dia.
(fad/wep)





























