Logo Bloomberg Technoz

“Jadi memang kalau dalam hal kami menentukan rasio dividen itu tentunya bank itu akan mempertimbangkan kondisi struktur permodalannya” ujar Hery dalam sesi tanya jawab saat paparan kinerja BRI, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, saat ini kondisi permodalan BRI berada pada level yang memadai. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BBRI tercatat di kisaran 23,52%, jauh di atas ketentuan minimum yang disarankan regulator.

“Kami juga rencana pertumbuhan untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan di masa yang akan datang. Jadi pada saat ini kondisi permodalan BRI sangat memadai, sangat kuat gitu. Sebagaimana tadi disampaikan bahwa CAR kami berada di sekitar 23,52%,” lanjutnya.

Kinerja 2025

BBRI mencatat kenaikan pendapatan bunga konsolidasi 4,27% secara tahunan menjadi Rp207,78 triliun dari sebelumnya Rp199,27 triliun di 2024.

Untuk beban bunga konsolidasi, angkanya naik 1,20% secara tahunan menjadi Rp57,28 triliun pada 2025. Alhasil, pendapatan bunga bersih naik 5,50% secara tahunan menjadi Rp150,49 triliun. 

BBRI juga mencatat pendapatan jasa asuransi konsolidasi 4,30% secara tahunan menjadi Rp7,66 triliun. Pendapatan bersih untuk pos keuangan ini Rp1,29 triliun.

Jika ditotal antara pendapatan bunga bersih dan pendapatan jasa asuransi, maka BBRI membukukan total pendapatan bersih secara konsolidasi sebesar Rp151,79 triliun pada 2025, naik 5,54% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp143,82 triliun.

Laba operasional BBRI turun 6,33% secara tahunan menjadi Rp73,27 triliun. Sedang laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,13 triliun dari sebelumnya Rp60,31 triliun.

(naw)

No more pages