Logo Bloomberg Technoz

"Kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara, seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika, dan beberapa negara lain. Jadi kita insyaallah sudah clear-lah, insyaallah aman," kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026).

Adapun, Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl Mulachela mengatakan saat ini diplomasi masih berlangsung dan tengah mencapai pembahasan hal-hal teknis yang sedang dalam proses tindak lanjut; seperti asuransi dan kesiapan kru kapal.

"Saat ini memang perkembangan yang berlangsung adalah terdapat beberapa hal-hal yang cukup teknis yang memang sedang ditindaklanjuti untuk bisa memastikan keselamatan untuk melintas dari sana dan ini termasuk hal-hal seperti asuransi dan juga kesiapan kru," ujar Nabyl dalam konferensi pers, Rabu (8/4/2026).

"Pada prinsipnya tentu kita memastikan ingin meminta agar kebebasan navigasi itu dihormati dan sesuai dengan hukum internasional dan unclause."

Dihubungi secara terpisah, Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita mengatakan tanker Pertamina Pride dan Gamsunoro—saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz dengan bantuan Kementerian Luar Negeri.

“PIS terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kementerian Luar Negeri, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. ​Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” ujarnya saat dimintai konfirmasi, Rabu (8/4/2026).

“Bersama dengan Kemenlu, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.”

Lebih lanjut, Vega menegaskan prioritas perusahaan saat ini tetap tertuju pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya.  

“​Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Tanker minyak Pertamina Pride milik PIS tercatat masih belum dapat melewati Selat Hormuz, padahal kapal dengan tujuan akhir Cilacap tersebut semestinya diestimasikan tiba di Tanah Air pada 2 April 2026. Pertamina Pride membawa hampir 2 juta barel minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri.

Sementara Gamsunoro tercatat dalam perjalanan dari pelabuhan Khur Al Zubair, Iraq menuju Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Gamsunoro sendiri sedang berlayar untuk melayani pihak ketiga (non-Pertamina).

Kondisi Selat Hormuz setelah gencatan senjata masih ramai oleh kapal tanker yang menurunkan jangkar. Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan tak lantas membuat selat yang jadi jalur penting distribusi perdagangan dunia ini terbuka lebar.

Sebelum perang pecah pada akhir Februari lalu, Selat Hormuz menjadi tempat pengiriman sekitar seperlima minyak mentah dan LNG dunia. Namun, kondisi selat yang terganggu menyebabkan gangguan terbesar yang pernah terjadi di pasar minyak.

Berdasarkan data pelacakan kapal Bloomberg, kondisi Selat Hormuz masih dipenuhi oleh kapal tanker pengangkut LNG maupun minyak mentah. Kapal-kapal ini terpantau masih menurunkan jangkar di sekitar perairan Arab Saudi  

Pemantauan Kamis (9/4/2026) hingga 12:30 WIB, sebanyak 7 kapal terpantau berada di Selat Hormuz dengan muatan penuh dengan posisi menurunkan jangkarnya.

Terdapat 3 kapal milik China dengan status achored, 2 kapal milik Uni Emirat Arab (Mina Saqr, Khor Fakken) yang kemungkinan tengah transit, dan 1 kapal tujuan India sedang transit. Kapal ini terdiri dari 2 kapal kargo dan 1 kapal pengangkut bahan kimia.

Namun, tak semua kapal dalam posisi menunggu. Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 15:30 WIB atau 08:00 waktu setempat, terpantau sebuah tanker minyak Iran yang berlayar dengan muatan penuh sekitar 150 metrik ton crude di sekitar kawasan Teluk Persia dekat Selat Hormuz.

Meski ada kapal berlayar melintasi Selat Hormuz, jumlahnya tidak sebanyak pada Senin.

(azr/wdh)

No more pages