Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Menguat Tipis, Investor Pantau Dialog Damai AS-Iran

News
10 April 2026 09:23

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Richard Henderson dan Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak mentah merangkak naik sementara bursa saham Asia mencatat penguatan tipis pada perdagangan Jumat (10/4) pagi. Para investor terpantau tetap berhati-hati menyusul rapuhnya gencatan senjata di Timur Tengah menjelang perundingan penting antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akhir pekan ini.

Minyak mentah jenis Brent naik 1% ke level US$97 per barel. Lonjakan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Teheran terkait rencana pengenaan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz—jalur perairan vital yang hingga kini secara efektif masih tertutup. Trump juga menuding Iran tidak bekerja dengan baik dalam memastikan kelancaran pasokan energi dunia.


Indeks saham MSCI Asia Pasifik naik 0,5%, menuju penguatan mingguan pertama sejak Februari. Saham sektor teknologi, yang dinilai kurang terdampak langsung oleh perang Iran, memimpin penguatan setelah CoreWeave Inc menyepakati kesepakatan raksasa senilai US$21 miliar untuk memasok daya komputasi kepada Meta Platforms Inc. Sementara itu, bursa saham Korea Selatan melonjak 1,9%, menjadi indikator investasi kecerdasan buatan (AI).

Para pelaku pasar kini menantikan detail dari rencana pembicaraan AS-Iran di Islamabad, Pakistan, akhir pekan ini. Meski minyak berada di jalur penurunan mingguan terbesar dalam sembilan bulan dan saham global menuju pekan positif kedua, keberlanjutan reli ini sangat bergantung pada ketahanan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.