"Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan iklim investasi yang kondusif. Kami akan terus memberikan dukungan dan insentif yang diperlukan agar PT GEABH Joint Technology serta seluruh investor di KEK ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengutip dari keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).
Selain itu, lewat pembangunan pabrik melamin tersebut turut mendorong pengembangan kawasan industri KEK Gresik.
Sebagai catatan, hingga akhir tahun 2025, total investasi kumulatif di KEK secara nasional telah mencapai sekitar US$19,7 miliar (Rp333,75 triliun), dengan kontribusi dari KEK Gresik mencapai sekitar US$6,1 miliar (Rp103 triliun) atau sekitar 31% dari total investasi KEK nasional.
Adapun KEK Gresik berkontribusi terhadap sektor manufaktur di Jawa Timur menyumbang sekitar 31,32% terhadap perekonomian, sementara di Kabupaten Gresik kontribusi sektor manufaktur mencapai 52,58% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
(prc/ell)





























