Elon Musk mengatakan pada bulan Maret bahwa proyek Terafab akan dibangun di Austin dan dijalankan bersama oleh Tesla dan SpaceX. Ia menjabat sebagai CEO di kedua perusahaan tersebut.
Intel is proud to join the Terafab project with @SpaceX, @xAI, and @Tesla to help refactor silicon fab technology.
— Intel (@intel) April 7, 2026
Our ability to design, fabricate, and package ultra-high-performance chips at scale will help accelerate Terafab’s aim to produce 1 TW/year of compute to power… pic.twitter.com/2vUmXn0YhH
Bagi Intel, langkah ini merupakan cara terbaru untuk memulihkan statusnya sebagai produsen chip terkemuka. Tan, yang mengambil alih kepemimpinan pada Maret lalu, sedang berupaya bangkit dari penurunan pangsa pasar dan penjualan yang terus berkurang selama bertahun-tahun. Yang paling kritis, perusahaan kehilangan keunggulan teknologinya yang telah lama dipegang.
Tan menghabiskan sebagian besar tahun lalu dengan memangkas karyawan dan biaya lainnya, bertujuan untuk menata kembali keuangan Intel. Namun, ia juga berhasil menarik investasi kunci — dari pemerintah AS, Nvidia Corp., dan SoftBank Group Corp. — yang menempatkan perusahaan pada posisi yang lebih solid.
Minggu lalu, Intel setuju untuk membayar US$14,2 miliar guna membeli kembali setengah dari pabrik di Irlandia yang sebelumnya dijual kepada Apollo Global Management. Langkah ini dipandang sebagai tanda kepercayaan terhadap bisnis produsen chip tersebut.
(bbn)






























