PaDi UMKM Perkuat Kolaborasi BUMN dan UMKM Lewat PBFS 2026

Bloomberg Technoz, Jakarta - PaDi UMKM, platform digital pengadaan milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, kembali menggelar PaDi Business Forum & Showcase (PBFS) 2026 di Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara BUMN dan pelaku UMKM dalam ekosistem pengadaan digital nasional.
Forum tersebut dihadiri oleh Danantara Asset Management, Kementerian UMKM RI, BP BUMN, lebih dari 50 BUMN, serta ratusan pelaku UMKM dari berbagai sektor industri. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat rantai pasok nasional.
Mengusung tema “Menjalin Kolaborasi, Menggerakkan Investasi, dan Mempercepat Pertumbuhan Bisnis Nasional”, PBFS 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat digitalisasi pengadaan yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.
Berbeda dari tahun sebelumnya, rangkaian PBFS 2026 akan berlangsung selama enam bulan, mulai Mei hingga Desember 2026. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti PaDi Talks, Vendor Connect, hingga Business Matching yang dirancang untuk memperluas peluang kerja sama bisnis.
Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari transformasi PaDi UMKM melalui komitmen #PengadaanLebihTenang, yang menekankan pengalaman pengadaan yang lebih aman, terhubung, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha di ekosistem digital.
Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi strategis melalui dua sesi talkshow yang membahas penguatan rantai pasok nasional serta implementasi pengadaan ramah lingkungan. Topik yang diangkat mencakup substitusi impor, optimalisasi produk lokal, hingga penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sesi pertama mengangkat tema “Perkuat Rantai Pasok Nasional: Strategi Substitusi Impor dan Optimalisasi Produk Lokal Melalui Tender Kilat PaDi UMKM”. Sementara sesi kedua membahas “Pengadaan Ramah Lingkungan: Mengubah Limbah Menjadi Nilai Strategis Perusahaan”.
Dalam sambutannya, Senior Director Chief Marketing Officer (CMO) PT Danantara Asset Management (Persero), Dendi T. Danianto, menegaskan pentingnya penguatan brand positioning dalam membangun kepercayaan pelanggan.
“Penguatan brand positioning menjadi sangat penting. Rebranding bukan hanya soal perubahan visual, tetapi bagaimana menciptakan brand experience yang mampu membangun persepsi dan kepercayaan pelanggan. Experience will drive brand perception, not merely a campaign. Karena itu, transformasi PaDi UMKM melalui tagline #PengadaanLebihTenang harus memiliki tujuan yang jelas dan relevan dengan kebutuhan pelanggan. Ketika berbicara mengenai pengadaan digital BUMN, maka PaDi UMKM harus menjadi top of mind,” ujar Dendi.
Sementara itu, Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan sistem pengadaan digital yang aman, transparan, dan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
“PaDi UMKM berkomitmen menghadirkan #PengadaanLebihTenang melalui platform yang memenuhi standar governance, dilengkapi keamanan siber berlapis, kepatuhan terhadap UU Perlindungan Data Pribadi, serta sertifikasi ISO 27001. Kami juga terus mendorong UMKM agar dapat tumbuh dan terhubung secara berkelanjutan dalam ekosistem digital,” jelas Faizal.
Forum ini juga menghadirkan 29 seller rekomendasi dari berbagai kategori kebutuhan, mulai dari elektronik, alat tulis kantor, jasa, food & beverage, hingga kebutuhan operasional BUMN lainnya. Kehadiran para vendor ini memperkuat peran PaDi UMKM sebagai penghubung utama antara pelaku usaha kecil dan korporasi besar.
P
PBFS 2026 menjadi penyelenggaraan tahun keempat sejak pertama kali digelar. Dengan durasi program yang lebih panjang dan intensif, PaDi UMKM menargetkan peningkatan signifikan dalam transaksi pengadaan digital sepanjang tahun 2026.
Perusahaan juga optimistis capaian transaksi dapat melampaui tahun 2025 yang mencapai Rp2,5 triliun. Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui penguatan ekosistem digital, perluasan jaringan vendor, serta peningkatan partisipasi BUMN dan UMKM.
Transformasi PaDi UMKM tidak hanya berfokus pada digitalisasi pengadaan, tetapi juga pada penguatan kolaborasi strategis antar pelaku ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis UMKM.
Program seperti PaDi Talks, Vendor Connect, dan Business Matching dirancang untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kapasitas UMKM secara lebih efektif. Dengan pendekatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas transaksi dan perluasan peluang bisnis.
Selain itu, fokus pada prinsip ESG menjadi salah satu sorotan penting dalam forum ini. Pengadaan ramah lingkungan dinilai semakin relevan dalam mendukung transformasi bisnis yang berkelanjutan di Indonesia.
PaDi UMKM juga memperkuat aspek keamanan digital melalui penerapan standar keamanan siber berlapis. Langkah ini mencakup kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data serta sertifikasi internasional untuk menjaga kepercayaan pengguna.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, PaDi UMKM menegaskan perannya sebagai platform strategis dalam memperkuat ekosistem pengadaan nasional. Kolaborasi antara BUMN dan UMKM diharapkan semakin solid dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.































