Logo Bloomberg Technoz

Penggunaan kapal tanker kecil menandakan urgensi sejumlah kilang minyak Jepang yang berupaya mengamankan pasokan. Meski kapal-kapal tersebut dapat mencapai negara Asia itu jauh lebih cepat—sekitar 30 hari melalui Terusan Panama dibandingkan dengan sekitar 50 hari melalui Afrika—kapal-kapal tersebut hanya mengangkut sebagian kecil minyak mentah dibandingkan dengan VLCC.

Kapal Aframax dapat mengangkut hingga 800.000 barel minyak mentah, sedangkan Suezmax dapat mengangkut sekitar 1 juta barel. Otis, salah satu kapal tanker yang telah melewati Terusan Panama dan dijadwalkan mengantarkan minyak ke Chiba di pantai barat Jepang akhir bulan ini, adalah kapal kelas Suezmax.

Kilang Jepang telah membeli minyak mentah AS dalam volume besar sejak perang Iran dimulai akhir Februari, memborong jutaan barel untuk pengiriman sepanjang Juni dan Juli karena kekhawatiran pasokan Timur Tengah menyebar di pasar.

Negara tersebut juga mengandalkan transfer minyak antarkapal di luar kawasan Timur Tengah untuk mengamankan pasokan dan menjaga kapal tankernya agar tidak memasuki zona konflik.

Prospek berakhirnya potensi permusuhan di Timur Tengah berpotensi menyebabkan penggunaan kapal tanker kecil untuk mengangkut minyak mentah AS ke Jepang hanya bersifat sementara, meski para penyuling dan pelaku pasar tetap bersikap hati-hati terhadap gencatan senjata sementara.

Berdasarkan ketentuan kesepakatan tersebut, jalur perairan penting Selat Hormuz seharusnya dibuka kembali, yang mungkin akan meningkatkan aliran minyak dari Teluk Persia.

(bbn)

No more pages