Logo Bloomberg Technoz

Harga Emas Sudah Drop 12% Usai Perang AS-Iran Pecah

News
06 April 2026 07:15

Emas batangan. dok: Bloomberg
Emas batangan. dok: Bloomberg

Bloomberg, Harga emas kembali mencatatkan pelemahan usai setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan ancaman untuk menghancurkan pembangkit listrik Iran.

Di sisi berseberangan, Teheran tak gentar dan belum menunjukkan tanda-tanda akan menerima tuntutan AS untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, bahkan terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan tersebut.

Pergerakan harga emas yang cenderung melemah usai konflik Amerika dan Iran pecah.

Harga emas turun hingga 1,4% ke level di bawah US$4.610 per ons pada awal perdagangan, setelah sebelumnya turun 1,7% pada sesi sebelumnya. Dalam sebuah postingan di media sosial pada akhir pekan lalu, Trump mengatakan bahwa ia akan membawa “neraka” ke Iran jika negara itu tidak membuka Selat Hormuz. 


Trump juga mengatakan ia berencana menggelar konferensi pers pada pukul 13.00 pada Senin dan mengunggah tentang batas waktu pukul 20.00 Waktu Timur pada Selasa, tanpa memberikan rincian apa pun mengenai maksudnya. Pada 26 Maret, presiden AS memberikan batas waktu 10 hari kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang akan berakhir pada Senin malam.

Harga emas telah turun lebih dari 12% sejak konflik dimulai pada akhir Februari, karena melonjaknya harga energi telah memicu kekhawatiran akan inflasi dan mengurangi prospek pemangkasan suku bunga yang biasanya menguntungkan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil.