Sebelumnya, Markas Besar TNI mengonfirmasi terdapat delapan anggotanya pada misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang menjadi korban perang antara Israel dan Hizbullah
Insiden terakhir yang terjadi pada Senin lalu (30/03/2026) saat tim escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadi ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Aulia Dwi Nasrullah dalam siaran pers, Selasa (31/03/2026).
Sementara, empat anggota TNI pertama kali menjadi korban saat pasukan Israel menyerang Hizbullah di Indobatt UNP 7-1, Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan, Minggu (29/03/2026).
Dalam serangan tersebut, Praka Farizal dinyatakan meninggal dunia. Satu prajurit lain mengalami luka berat dan harus dilarikan ke RS St George, Beirut. Sedangkan dua prajurit lainnya menjalani perawatan dari tim medis UNIFIL karena mengalami luka ringan.
Daftar 8 Prajurit TNI yang Jadi Korban di Lebanon Selatan
Meninggal Dunia
- Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
- Sertu Muhammad Nur Ichwan
- Praka Farizal
Luka Berat dan Kritis
- Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana
- Praka Deni Rianto
- Praka Rico Pramudia
Luka Ringan
- Praka Bayu Prakoso
- Praka Arif Kurniawan
(azr/del)


























