Sebagai tanggapan, Mesir mengumumkan serangkaian langkah penjatahan energi karena biaya yang melonjak. Negara ini biasanya menerima sekitar 1 miliar kaki kubik gas alam per hari melalui pipa dari Israel, dan pemutusan pasokan sebelumnya telah membuat Kairo berupaya keras untuk meningkatkan impor gas alam cair.
Pengoperasian kembali Leviathan terjadi di tengah serangkaian serangan di sekitar Timur Tengah. Beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap infrastruktur Iran untuk menekan Teheran agar memulai negosiasi perdamaian, Republik Islam melancarkan serangan baru yang menyebabkan kebakaran di kilang minyak dan merusak pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air di Kuwait.
Fasilitas pengolahan gas utama di Abu Dhabi juga menghentikan operasinya setelah puing-puing yang jatuh akibat intersepsi mengakibatkan kebakaran.
Newmed menyatakan dalam pengajuan dokumen pada hari Jumat bahwa penilaian awal menunjukkan penghentian produksi gas di Leviathan selama sebulan diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap arus kas yang diharapkan pada tahun 2026. Para mitra dalam proyek tersebut bermaksud untuk "memeriksa kemungkinan menerima kompensasi dari negara sehubungan dengan penghentian produksi gas."
Saham Newmed di Tel Aviv naik hingga 1,6% pada Jumat. Perusahaan tersebut memegang sekitar 45% saham di Leviathan, sementara Chevron memiliki hampir 40% dan Ratio Energies sisanya.
Ladang gas Israel lainnya yang disebut Karish, yang dioperasikan oleh Energean Plc, juga diperintahkan untuk ditutup oleh pemerintah setelah perang. Operasi di sana belum dilanjutkan.
(bbn)





























