Ia menyebut dalam praktik bisnis, pemilihan produk sepenuhnya berada di tangan konsumen atau pihak yang melakukan pengadaan.
“Biasa, kadang kita dipilih konsumen, kadang tidak. Kita merasa ini pilihan konsumen,” tambahnya.
Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mengonfirmasi total impor kendaraan yang dibutuhkan untuk keperluan operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mencapai 160 ribu unit.
Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan total tersebut merepresentasikan jumlah rencana pembangunan Kopdes yang mencapai sekitar 80 ribu. Satu Kopdes membutuhkan masing-masing 1 unit mobil pikap dan truk.
Dia mengatakan sebanyak 105 ribu di antaranya masih berasal dari India. Namun, dia juga mengatakan perusahaan juga mengambil impor dari China dan Jepang masing-masing sebanyak 13.000 unit dan 13.600 dari Jepang.
Dia memerinci, sebanyak 10.000 yang dari Jepang berasal dari merek Hino. Kemudian, darai Isuzu sebanyak 900 unit. Dari China, merek mobil tersebut bernama Foton. Seluruh merek tersebut ditunjuk untuk memenuhi kebutuhan spesifikasi pikap dengan tipe penggerak roda empat atau 4X4.
"160.000 itu terdiri dari 13.600 itu dari Jepang atau dari Mitsubishi, 10.000 dari Hino dari Jepang, 900 dari Isuzu dari Jepang, Foton 13.000 dari China, baru sisanya dari India," kata dia.
Saat ini, sebanyak sekitar 3.500 Kopdes telah rampung pembangunan gerai dan gudang 100%. Seluruh Kopdes tersebut juga telah menerima masing-masing 1 unit truk dan pikap tersebut.
(mef/ain)






























