Logo Bloomberg Technoz

"Dunia juga tidak bisa hidup dalam situasi di mana Iran dapat memutuskan untuk membuka atau menutup selat tersebut dari satu hari ke hari berikutnya," tambah Macron.

Konflik yang terus meningkat di Timur Tengah telah melumpuhkan pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilewati sekitar seperlima ekspor minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Kontras dengan Macron, Donald Trump melalui unggahan di media sosial pada Rabu menyatakan bahwa AS akan "menghancurkan Iran" sampai selat tersebut dibuka.

Macron juga menekankan bahwa operasi militer AS tidak akan mampu mencegah proliferasi nuklir. Ia menyerukan pembentukan misi inspektur internasional untuk memverifikasi situs-situs nuklir Iran secara langsung.

"Operasi militer yang ditargetkan, bahkan selama beberapa minggu, tidak dapat menyelesaikan masalah nuklir dalam jangka panjang," kata Macron. "Jika tidak ada kerangka negosiasi diplomatik dan teknis, situasi dapat memburuk kembali dalam hitungan bulan atau tahun."

Tanpa menyebut nama, Macron juga menyindir klaim masa lalu Donald Trump yang menyatakan bahwa militer AS telah menghancurkan kemampuan nuklir Iran.

"Saya ingin mengingatkan Anda bahwa enam bulan lalu, kita diberitahu bahwa semuanya telah dihancurkan, bahwa semuanya telah beres dan selesai," pungkas Macron menyentil klaim sepihak Washington.

(bbn)

No more pages