Pasal 5 NATO mengikat para anggota untuk saling melindungi dan menegaskan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi.
Pasal tersebut meningkatkan kredibilitas strategi pencegahan NATO dengan meningkatkan risiko bagi pihak agresor. Namun, penerapan Pasal 5 tidak otomatis terjadi. Negara anggota harus terlebih dahulu sepakat secara bulat bahwa situasi tersebut memenuhi kriteria Pasal 5, lalu menentukan bentuk bantuan yang diberikan. Bantuan dapat mencakup penggunaan kekuatan militer, meskipun tidak diwajibkan.
Pasal 5 hanya pernah diaktifkan satu kali, yakni setelah serangan 11 September 2001 terhadap World Trade Center dan Pentagon. Saat itu, NATO mengerahkan pesawat peringatan dini untuk membantu patroli udara di wilayah AS.
Apakah NATO mewajibkan Eropa memberikan pangkalan militer?
Amerika Serikat mengoperasikan jaringan pangkalan militer di Eropa dan sering menggunakannya untuk proyeksi kekuatan di luar kawasan, bukan hanya untuk pertahanan sekutu NATO di Eropa.
Namun, tidak ada kewajiban mutlak bagi negara anggota NATO untuk memberikan akses tanpa syarat kepada militer AS. Izin penggunaan pangkalan bergantung pada perjanjian bilateral serta hukum nasional dan internasional.
Italia, misalnya, menolak izin pendaratan pesawat AS pada Maret karena permintaan penggunaan untuk operasi tempur diajukan ketika pesawat sudah mengudara, sehingga tidak ada waktu untuk pembahasan di parlemen. Spanyol menutup wilayah udaranya bagi penerbangan militer AS yang terlibat operasi terhadap Iran karena menilai konflik tersebut melanggar hukum internasional.
Setelah Inggris menolak penggunaan pangkalannya sebagai titik peluncuran awal serangan AS terhadap Iran, Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan, “Saya tidak akan mengerahkan personel militer kami untuk tindakan yang melanggar hukum.”
Bukankah Trump sudah lama memiliki masalah dengan NATO?
Trump telah lama menggambarkan sekutu NATO sebagai pihak yang “menumpang” pada kekuatan militer AS dengan pengeluaran pertahanan yang minim. Ia menilai negara-negara tersebut seharusnya berterima kasih kepada AS dan tidak menghambat operasi militernya.
Trump juga menilai perang Rusia di Ukraina sebagai masalah yang harus ditangani negara-negara Eropa anggota NATO. Ia hanya secara terbatas mempertahankan bantuan AS kepada Ukraina, yang berupaya bergabung dengan aliansi tersebut.
Apa dampak dari kritik Trump?
Pada Juni tahun lalu, Trump kembali menegaskan komitmen AS terhadap Pasal 5 setelah sekutu NATO menyepakati peningkatan signifikan belanja pertahanan. Namun, kritik kerasnya dinilai telah melemahkan kredibilitas aliansi.
Tanpa jaminan kuat dari AS, negara-negara Eropa, khususnya di kawasan timur, menjadi lebih rentan terhadap Rusia yang semakin ekspansif. Badan intelijen Barat memperingatkan Rusia dapat menguji pertahanan NATO di negara Baltik seperti Lithuania, Latvia, dan Estonia dalam beberapa tahun mendatang.
Apa yang sedang dipertaruhkan bagi Eropa saat ini?
Pemimpin Eropa juga kecewa karena kurangnya pemberitahuan sebelum AS melancarkan perang terhadap Iran, meskipun dampak kenaikan harga energi akan lebih banyak dirasakan kawasan tersebut. Namun, semakin keras kritik terhadap AS, semakin besar risiko Washington mengurangi bantuan terhadap Ukraina dan keterlibatan di NATO.
Presiden Rusia Vladimir Putin dalam beberapa tahun terakhir memperluas kekuatan militernya, sementara Trump mulai meninggalkan peran tradisional AS sebagai penjamin keamanan global.
Peningkatan belanja pertahanan Eropa diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menghasilkan kemampuan militer yang kredibel. Bahkan setelah itu, belum tentu Eropa dapat menggantikan peran koordinasi militer AS atau kemampuan intelijen dan pengawasan yang dimiliki Washington.
Apakah AS benar-benar bisa keluar dari NATO?
Secara hukum, opsi Trump terbatas. Undang-undang yang disahkan pada 2023—dipelopori oleh Marco Rubio yang saat itu masih menjadi senator—melarang presiden AS menarik diri dari NATO tanpa persetujuan dua pertiga Senat atau undang-undang baru dari Kongres.
Namun, Trump masih memiliki cara untuk melemahkan NATO tanpa keluar secara resmi. Ia dapat menarik duta besar AS dari markas NATO, menghentikan latihan militer bersama, mengurangi berbagi intelijen, atau menunda bantuan militer.
Trump juga dapat mengurangi jumlah pasukan AS di Eropa yang saat ini mencapai sekitar 100.000 personel, atau bahkan menolak mengirim pasukan untuk memenuhi kewajiban Pasal 5. Ia juga dapat menarik perlindungan nuklir AS yang selama ini menjadi payung keamanan bagi negara-negara Eropa.
Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2026 membatasi sebagian langkah tersebut. Misalnya, pengurangan pasukan AS di Eropa di bawah 76.000 personel lebih dari 45 hari harus mendapat persetujuan Menteri Pertahanan dan konsultasi dengan sekutu NATO.
Undang-undang itu juga melarang pencabutan perwira AS dari posisi Komandan Tertinggi Sekutu NATO serta melarang penggunaan dana federal untuk menarik diri dari NATO tanpa persetujuan Kongres. Namun, Trump masih memiliki ruang untuk mengalihkan pendanaan atau menata ulang penempatan pasukan tanpa secara resmi menarik diri dari aliansi tersebut.
(bbn)
























