Logo Bloomberg Technoz

Sikap OJK Usai IHSG Jadi yang Terburuk di Kawasan, Turun 16%

Muhammad Fikri
02 April 2026 17:50

Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pasar modal Indonesia tetap menunjukkan daya tahan di tengah tekanan global, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi cukup dalam sejak awal tahun.

Per 1 April 2026, IHSG tercatat berada di level 7.184,44 atau turun 16,91% secara year-to-date (ytd). Penurunan ini membuat IHSG menempati urutan terburuk di kawasan ASEAN.

Dalam kategori 36 bursa saham dalam World Federation of Exchange, IHSG bahkan menempati urutan ke-35.


OJK mengakui, pergerakan pasar dalam beberapa waktu terakhir disertai volatilitas yang tinggi. Namun, regulator menegaskan tekanan tersebut bukan hanya terjadi di dalam negeri. Kondisi serupa juga dialami oleh berbagai bursa global seiring eskalasi faktor eksternal dan geopolitik.

“Ini mencerminkan dinamika eksternal dibanding respon atas kondisi fundamental domestik semata,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam konferensi pers, Kamis (2/4/2026).