Susanto menjelaskan kebakaran tersebut mulanya terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Tak lama setelah kebakaran terjadi, PPN regional JBB bersama pihak SPBE langsung berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran untuk menangani insiden tersebut.
“Api berhasil dipadamkan oleh Tim Damkar Kota Bekasi, Kab Bekasi sekitar Kamis (2/4) dini hari,” ujarnya.
Susanto menyatakan PPN regional JBB saat ini tengah fokus dalam penanganan pascakejadian, termasuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar, serta penanganan korban terdampkam dan pekerja SPBE.
Susanto juga mengungkapkan perusahaan sedang melakukan investigasi bersama pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab insiden tersebut.
“Pertamina Patra Niaga telah meminta Pihak SPBE untuk melakukan penanganan terbaik bagi korban terdampak, termasuk memastikan penanganan keluhan masyarakat terdampak dilakukan dengan baik dan optimal. Adapun data jumlah korban masih dalam proses pendataan dan akan disampaikan lebih lanjut,” tegas Susanto.
Sekadar catatan, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) melaporkan rata-rata stok LPG pada 12 Maret 2026 hingga 31 Maret 2026 tercatat sebesar 11,6 hari.
Adapun, stok LPG pada periode tersebut terpaut tipis dengan batasan minimum nasional yang ditetapkan sebesar 11,4 hari.
Untuk diketahui, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia sudah mulai mengalihkan LPG dari Timur Tengah. Pada saat ini, sekitar 20% impor LPG Indonesia memang berasal dari beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Dia menyatakan, stok LPG nasional per Jumat (13/3/2026) mencapai 15,65 hari dan pemerintah bakal terus memperkuat stok. Salah satunya dengan mendiversifikasi sumber impor dari Timur Tengah ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Australia.
Bahkan, kata dia bakal terdapat dua kargo impor LPG asal Australia yang segera tiba di RI pada pertengahan Maret.
“Dengan kondisi sekarang yang di Middle East kita pecah lagi untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia. Itu untuk LPG,” kata Bahlil dalam sidang kabinet paripurna, Jumat (13/3/2026).
Kemudian, pada akhir bulan Maret diklaim terdapat dua kargo LPG yang tiba di RI. Setelah sebelumnya pada 8 Maret terdapat satu kargo impor LPG yang diklaim Bahlil tiba di Indonesia. "Jadi Januari Februari Maret April itu insyaallah clear,” ungkap dia.
(azr/wdh)






























