Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz, jalur air utama untuk ekspor minyak dari Teluk, sehingga banyak pembeli di Asia harus mencari pasokan alternatif dengan harga yang lebih tinggi.
Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada Selasa bahwa AS dapat meninggalkan wilayah Iran dalam dua hingga tiga minggu, dan mengindikasikan bahwa kesepakatan dengan Teheran mungkin tercapai tetapi tidak diperlukan untuk mengakhiri perang.
Pernyataan tersebut membuat harga minyak global turun di bawah US$100 per barel, meskipun masa depan pasokan regional masih belum pasti.
Pengecualian baru AS juga mengurangi tekanan pada Rusia. Tanpa perpanjangan izin tersebut, pemerintah di Moskwa harus mulai mencari cara alternatif untuk mengirimkan volume minyak mentah yang disepakati ke China tepat ketika serangan pesawat nirawak Ukraina merusak terminal ekspor minyak di Laut Baltik.
Berdasarkan perjanjian dengan Rusia, Kazakhstan mengangkut 10 juta ton minyak mentah ke China setiap tahun, yang setara dengan sekitar 200.000 barel per hari. Pejabat di Moskwa dan Astana sedang melakukan pembicaraan untuk meningkatkan volume tahunan menjadi 12,5 juta ton.
(bbn)































