"Karena sebagian besar yang kami dapat dari pemerintah itu adalah smelter maupun timah-timah sitaan. Sampai dengan hari ini, hampir satu tahun belum selesai proses administrasi kenegaraannya sehingga hampir 2.000 ton biji timah belum bisa diakomodasi dan dimasukkan pada akhir tahun 2025, tegasnya.
Namun demikian, Restu optimis kinerja produksi bakal meningkat pada tahun ini. Sebab, perseroan menyatakan siap menjalankan RKAP 2026 dengan volume bijih timah mencapai 30.000 ton.
"2026 kami sangat pede dan siap untuk menerima RKAP 30.000 ton untuk biji timah," pungkasnya.
(prc)
No more pages






























