Namun, pemerintah dari kelompok tersebut juga telah mengambil langkah-langkah yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing, termasuk bantuan bahan bakar bagi rumah tangga dan bisnis.
Sementara itu, Jepang dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk campur tangan di pasar berjangka minyak mentah guna meredakan tekanan pada komoditas tersebut dan yen.
Lonjakan harga minyak telah memicu inflasi di seluruh ekonomi global dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Pasar keuangan bergejolak tajam seiring investor memperhitungkan ketidakpastian terkait resesi dan bank sentral menaikkan suku bunga untuk melawan percepatan inflasi.
"Bank sentral G-7 sangat berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga, serta memastikan ketahanan sistem keuangan tetap terjaga," kata pernyataan bersama tersebut.
"Kebijakan moneter akan tetap bergantung pada data. Untuk itu, bank sentral memantau dengan cermat dampak tekanan harga energi dan komoditas lainnya terhadap inflasi, ekspektasi inflasi, dan aktivitas ekonomi."
(bbn)





























