Direktur Utama & CEO ICBP Anthoni Salim mengakui, kinerja keuangan perusahaan menghadapi situasi makro ekonomi yang menantang.
"Ke depan, kami akan memperkuat relevansi produk melalui inovasi yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, memperluas jangkauan pasar baik di Indonesia maupun luar Indonesia, serta meningkatkan keunggulan operasional kami," jelas Anthoni Salim dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Induk ICBP, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengalami kondisi serupa, laba meningkat tanpa diiringi kenaikan margin.
INDF mencatat kenaikan laba usaha 6% secara tahunan menjadi RP24,57 triliun sepanjang 2025. Meski positif, namun margin laba usaha tetap berada di kisaran 19,9%.
Sementara, laba bersih naik 24% secara tahunan menjadi RP10,68 triliun. Di balik kenaikan ini, core profit yang mencerminkan kinerja operasional INDF hanya mencatat kenaikan 1% secara tahunan menjadi Rp11,39 triliun.
Posisi bottom line tersebut diperoleh setelah INDF membukukan penjualan bersih konsolidasi Rp123,49 triliun, naik 7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp115,79 triliun.
(dhf)





























