Logo Bloomberg Technoz

"Ini sedang kita lakukan bareng-bareng dengan Depalindo menghilangkan hambatan-hambatan yang itu menjadi penghampat untuk mempermudah ekspor kita," tutur dia.

Di sisi lain, Busan memastikan kinerja ekspor dalam negeri hingga saat ini masih terkendali. Permintaan eskpor ke kawasan Timur Tengah juga masih terus berjalan dan disanggupi oleh para eksportir.

Dia optimistis kinerja ekspor akan mengalami kenaikan lantaran sejumlah harga komoditas lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya, seperti minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan batu bara.

"Kita juga komunikasi ke eksportir. Mereka masih [bisa] memenuhi permintaan eskpor ke Timur Tengah. Permintaan masih jalan," kata dia."Hanya saja, cost-nya itu lebih tinggi untuk biaya transportasinya."

Sepanjang tahun lalu, kata dia, ekspor dalam negeri ke kawasan Timur Tengah tercatat mencapai sekitar US$9,87 miliar atau mengambil porsi 3,49% dari total ekspor. Negara terbesar adalah Uni Emirat Arab (UEA) yang mengambil porsi sekitar 40%.

Sementara itu, Arab Saudi mengambil porsi sekitar 29%. Lalu, ekpsor ke Iran hanya sebesar 2,5% atau setara sekitara US$250 juta.

"Kenapa UEA paling tinggi? Krena kita punya CEPA [Comprehensive Economic Partnership Agreement/ Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif]. Ini kesempatan buat kita kita bagaimana kita harus mempunyai daya saing dan harus efisien, khususnya logistik," kata dia

(ain)

No more pages