Logo Bloomberg Technoz

Sebagai informasi, HRTA merupakan distributor logam mulia atau emas serta perhiasan. Perusahaan memasok bahan bakunya dari pihak ketiga, sehingga beban bahan paku turut meningkat seiring naiknya harga emas.

HRTA masih mampu mencatat laba kotor, karena dari jumlah pembelian tersebut, perusahaan baru menggunakannya setara Rp44,82 triliun.

Dari laba kotor tersebut, HRTA membukukan laba bersih Rp978,49 miliar, naik 121,11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp442,18 miliar.

Meski naik, laba bersih tersebut mencerminkan margin laba bersih sekitar 2%.

(red)

No more pages