Logo Bloomberg Technoz

"Bukan hanya minyak dan gas, tetapi beberapa urat nadi vital ekonomi global—seperti petrokimia, pupuk, belerang, dan helium—perdagangannya terganggu, yang akan berdampak serius bagi ekonomi global," ujarnya. 

Birol menjelaskan Asia berada di garis depan krisis ini karena ketergantungannya yang tinggi pada minyak mentah dari kawasan tersebut. Ketika ditanya tentang keputusan China membatasi ekspor bahan bakar, ia mengatakan seluruh dunia perlu menghadapi krisis energi ini bersama-sama.

"Setiap negara pertama-tama memprioritaskan kepentingan domestiknya sendiri, tetapi dalam situasi seperti ini, memberlakukan pembatasan ekspor yang serius tanpa alasan yang jelas, mungkin bukan sesuatu yang akan mendapat dukungan dari komunitas internasional," katanya.

IEA mengumumkan pada awal Maret bahwa mereka akan melepaskan 400 juta barel dari cadangan minyak daruratnya untuk membantu meredakan guncangan pasokan dan menahan lonjakan harga yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah.

Pekan lalu, organisasi yang bermarkas di Paris ini mengusulkan langkah-langkah untuk membantu negara-negara importir energi mengurangi permintaan. 

Menurut Birol, cadangan minyak tambahan dapat dilepaskan sesuai kebutuhan jika perang di Iran semakin mengganggu pasar energi global dalam beberapa hari dan minggu mendatang. 

Namun, dengan pengiriman melalui Selat Hormuz yang nyaris terhenti, satu-satunya solusi nyata atas gangguan pasokan bahan bakar adalah pembukaan kembali rute perdagangan utama tersebut.

(bbn)

No more pages