Logo Bloomberg Technoz

Pada Sabtu malam, rudal-rudal Iran menghantam kota Dimona dan Arad di selatan Israel, melukai puluhan orang termasuk anak-anak. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam pernyataannya pada Minggu pagi mengeklaim bahwa mereka menargetkan "instalasi militer" dan pusat keamanan di wilayah selatan Israel tersebut.

Juru bicara militer Israel Brigadir Jenderal Effie Defrin melalui unggahan di media sosial X mengakui bahwa sistem pertahanan udara negara tersebut berfungsi namun gagal mencegat serangan tersebut. "Kami akan menyelidiki insiden ini dan belajar darinya," tulisnya.

Insiden ini menjadi perhatian serius karena reaktor nuklir rahasia milik Israel terletak hanya sekitar 13 kilometer di tenggara Dimona. Kedua kota tersebut juga berada di dekat beberapa pangkalan militer, termasuk Pangkalan Udara Nevatim, salah satu yang terbesar di negara itu.

Menanggapi serangan di Arad, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merilis pernyataan resmi yang menggambarkan situasi genting yang dihadapi negaranya.

"Ini merupakan malam yang sangat sulit dalam perjuangan demi masa depan kita," ujar Netanyahu melalui kantor perdana menteri. "Kami bertekad untuk terus menyerang musuh-musuh kami di semua lini."

(del)

No more pages