Penurunan emas mencerminkan kombinasi aksi ambil untung dan likuidasi di tengah kekhawatiran terhadap berkurangnya pelonggaran moneter, menurut Rhona O’Connell dari StoneX Financial.
Harga di atas US$5.200 telah menarik banyak pembeli, sehingga membuat pasar rentan terhadap koreksi, kata O’Connell. Ketika harga mulai turun, banyak investor mencapai level stop-loss mereka — instruksi otomatis untuk menjual jika harga turun ke titik tertentu — sehingga aksi jual pun dengan cepat meningkat. Sinyal teknikal, terutama rata-rata bergerak, turut menambah tekanan penurunan, tambahnya.
Penjualan paksa yang terkait dengan kejatuhan pasar saham juga kemungkinan berkontribusi pada penurunan emas, sementara pembelian oleh bank sentral yang lebih lambat serta arus keluar dari dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) semakin membebani sentimen, menurut O’Connell.
ETF berbasis emas batangan diperkirakan mencatat arus keluar untuk minggu ketiga berturut-turut, dengan kepemilikan turun lebih dari 60 ton dalam periode tersebut, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.
Meski mengalami penurunan baru-baru ini, emas masih naik sekitar 4% sepanjang tahun ini. Harga sempat menyentuh rekor mendekati US$5.600 per ons pada akhir Januari, didukung oleh gelombang antusiasme investor, pembelian bank sentral, serta kekhawatiran terhadap ancaman terhadap independensi Federal Reserve oleh Presiden Donald Trump.
Emas turun 3,1% menjadi US$4.508,96 per ons pada pukul 15:03 waktu New York, menuju penurunan selama delapan hari berturut-turut — yang terpanjang sejak Oktober 2023. Penurunan ini menyeret indeks kekuatan relatif (RSI) 14 hari — indikator momentum — ke bawah level 30, yang oleh sebagian trader dianggap sebagai kondisi jenuh jual (oversold).
Baca juga: China Menarik Perak dari Pasar Global untuk Memenuhi Lonjakan Permintaan
Pada logam mulia lainnya, perak turun 6,3% menjadi US$68,20 per ons, melemah lebih dari 15% sepanjang minggu ini. Palladium dan platinum juga berada di jalur penurunan mingguan. Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,5%.
(bbn)


























